Our Destinations
Discover your dream destination

Loading
Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur

Mendarat di Paris pada 21 Januari setelah penerbangan panjang rasanya seperti menekan tombol Mulainya liburan. Rutenya? Grand Europe West to East. Targetnya? Menembus sembilan negara Eropa hanya dalam waktu dua belas hari. Terdengar gila dan mustahil untuk dinikmati? Mari kubuktikan bagaimana meretas rute maraton ini tanpa kehilangan kewarasan.

Begitu di Prancis, aku langsung berburu foto di tempat paling ikonik yaitu Eiffel Tower, Arc de Triomphe, jalanan Champs‑Élysées, sampai Louvre Pyramid. Keesokan harinya, sebelum meninggalkan Prancis, aku mampir ke La Vallée Village untuk berburu barang branded di outlet premiumnya.

Perjalanan darat berlanjut ke Brussels, Belgia. Di sini, menikmati Pelicaen Chocolate jadi keharusan, setelah puas berfoto di depan Atomium, Grand Place, dan patung Manneken Pis yang mungil tapi legendaris.

Dari Belgia, perjalananku meluncur ke Amsterdam. Di Amsterdam, pemandangan kanal di area Damrak langsung menyambut. Keesokan paginya, aku keluar dari pusat kota untuk mencari suasana tradisional dengan mengunjungi desa kincir angin Zaanse Schans dan desa nelayan Volendam.

Memasuki wilayah Jerman, aku mampir sejenak di Cologne untuk mengagumi kemegahan Cologne Cathedral yang menjulang di tepi Sungai Rhine. Setelah itu, rute berlanjut dengan berjalan santai di pusat kota bersejarah Würzburg, lalu singgah menikmati makan siang di kota tua Nuremberg. Akhirnya, aku menyeberang perbatasan ke Praha, Republik Ceko.

Praha benar-benar terasa seperti lorong waktu. Aku menyusuri Charles Bridge yang klasik, melihat Astronomical Clock di Old Town Square, dan berburu foto dengan latar Prague Castle. Dari Praha, eksplorasi berlanjut ke Vienna, Austria. Di Vienna, aku mengagumi indahnya Schönbrunn Palace, Hofburg Palace, dan Ringstrasse.

Namun, peak event yang benar-benar wajib kalian rasakan ada di destinasi berikutnya yaitu Budapest, Hungaria. Pada malam hari, aku merekomendasikan naik Budapest Night Danube River Cruise. Siapkan budget tambahan 25 Euro yang bisa dibayar langsung di tempat. Kalian bisa menikmati pemandangan lampu kota dan gedung Parlemen dari atas kapal yang membelah sungai. Pagi hari, aku menyempurnakan eksplorasi kota ini dengan mendatangi Fisherman's Bastion, Matthias Church, dan Heroes' Square dalam sebuah setengah hari tour.

Menjelang akhir perjalanan, aku singgah di Ljubljana, Slovenia. Aku melakukan walking tour santai melewati Triple Bridge, Dragon Bridge, dan area kota tuanya yang tenang. Grand finale dari rute panjang ini adalah Italia. Di Verona, aku mampir ke Juliet's House dan berfoto di Verona Arena.

Petualangan ini ditutup di Milan. Aku menikmati arsitektur luar biasa Duomo di Milano, berjalan di Galleria Vittorio Emanuele II, dan melakukan photo stop di Stadion San Siro. Setelah 12 hari maraton keliling benua, aku bertolak langsung dari Bandara Malpensa Milan untuk penerbangab balik ke jakarta, dan alhamdulillah mendarat dengan aman di Jakarta pada 31 Januari malam hari. Petualangan ini terlihat panjang dan penuh namun nyatanya semua terasa santai melintasi 9 Negara dalam waktu 12 hari, ini adalah pengalaman liburan yang seru dan akan susah aku lupakan.

Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!
Jangan habiskan layover di bandara! Ikuti petualangan singkatku berburu foto di danau beku Beijing dan hangatnya lampion merah menyambut Chunjie.
Menyambut Tahun Baru di Vietnam: Antara Pesta Lampu Saigon dan Meriahnya Perayaan Tet
Bosan Tahun Baru di Jakarta yang macet? Intip pengalamanku merayakan pergantian tahun di Vietnam. Dari meriahnya Saigon hingga tradisi autentik Tet!
Tahun Baru di Ujung Benua Africa: Dari Johannesburg hingga Cape Town