Our Destinations
Discover your dream destination

Loading
Malam Tahun Baru di Red Square: Sisi Lain Moskow di Musim Dingin

Pertengahan Desember, saya tiba di Moskow untuk merasakan langsung festival “Journey to Christmas” di kota ini. Suhu di luar sangat dingin, minus 8 derajat Celsius. Saat saya keluar dari stasiun metro Ploshchad Revolyutsii, aroma anggur panas berempah langsung menusuk hidung.
Festival ini baru saja dibuka beberapa hari sebelumnya di 35 titik kota, tetapi pusat kemeriahannya jelas berada di dua tempat yaitu Red Square dan Manezhnaya Square.

Untuk mereka yang belum tahu, Rusia memiliki tradisi yang berbeda dari negara Barat. Selama puluhan tahun di era Soviet, perayaan Natal dilarang. Oleh karena itu, perayaan terbesar digeser ke malam pergantian tahun tanggal 31 Desember. Sampai saat ini, orang Rusia merayakan Natal Ortodoks pada 7 Januari, dan itu pun dengan suasana yang lebih intim, biasanya hanya diisi kebaktian gereja atau makan malam keluarga, bukan pesta jalanan yang ramai.
Jadi, saya menyarankan jika Anda mencari suasana yang paling meriah, datanglah pada malam 31 Desember. Tapi jika Anda lebih suka menikmati lampu-lampu indah dan pasar Natal tanpa kerumunan, waktu pertengahan Desember sampai awal Januari adalah waktu yang paling tepat.

Tujuan pertama saya adalah GUM Fair. Deretan kios kayu berjejer rapi di sepanjang Red Square, langsung berhadapan dengan Kremlin dan Katedral St. Basil yang ikonik. Tahun ini tema Gzhel (motif keramik biru-putih khas Rusia) menjadi tema utama, jadi dari pohon Natal sampai gerbang masuknya didominasi warna itu, serius cakep bgt guys!
Di kios-kios ini, banyak penjual yang menjual makanan dan minuman, mulai dari waffle ala Wina, roti jahe Tula, sosis Bavaria, sampai blini (pancake tipis Rusia) yang dibuat langsung ditempat. Sambil duduk di bangku kayu, saya menikmati sbiten minuman madu hangat berempah yang rasanya mirip wedang jahe tapi versi lebih manis. Melihat gedung department store GUM yang lampunya berubah warna tiap beberapa menit yang memanjakan mata.
Tidak hanya area luar, di dalam gedung GUM sendiri ada acara tahunan yang sangat keren, yaitu GUM Christmas Tree Parade. Puluhan pohon Natal berjejer di lorong toko, dan masing-masing didandani unik oleh desainer atau brand terkenal. Ada yang bentuknya seperti taman bunga, sampai mirip kue raksasa.

Melangkah sedikit dari Red Square, kita akan disambut oleh Manezhnaya Square. Kawasan ini disulap menjadi semacam desa Natal bergaya Rusia lawas. Berbeda dengan GUM Fair, di sini nuansa cerita rakyat sangat terasa. Ada berbagai karakter lokal dari seluruh penjuru Rusia, mulai dari Grandfather Treskun sampai penjaga dingin dari Yakutia yang menjadi versi lokalnya “Sinterklas". Ditambah lagi ada workshop kerajinan tangan dan panggung musik folk yang membuat suasananya sangat hidup dan meriah.

Bagi yang hobi meluncur di atas es, GUM sebenarnya memiliki arena skating sendiri yang buka dari akhir November sampai Februari. Tapi, saya memutuskan untuk mengunjungi VDNKh, taman pameran raksasa di utara kota yang memiliki salah satu arena skating terbuka terbesar di Eropa. Walaupun saya sempat jatuh berkali-kali, pengalaman itu sangat seru. Meluncur di atas es sambil dikelilingi bangunan megah era Soviet yang disorot lampu warna-warni itu memori yang sangat unik.

Nah, ini tips penting dari pengalaman saya. Jika Anda ingin berada di tengah Red Square saat lonceng pergantian tahun berbunyi, Anda harus memiliki strategi matang. Akses masuk gratis ke area ini akan ditutup total dari jam 18.00 tanggal 31 Desember sampai jam 08.00 pagi tanggal 1 Januari.
Untuk bisa masuk ke dalam, Anda membutuhkan tiket khusus yang biasanya dijual lewat sesi skating malam di GUM Ice Rink (mulai jam 10 malam sampai 2 dini hari). Kapasitasnya sangat terbatas, hanya sekitar 500 orang, dan tiketnya langsung habis sejak akhir November!
Karena saya tidak mendapatkan tiket itu, malam pergantian tahunku dihabiskan di hotel. Saya menikmati kembang api dan lonceng Kremlin dari kejauhan bersama orang-orang yang juga tidak kebagian akses ke dalam. Tapi tenang, suasana itu tetap sangat meriah! Hampir semua rumah dan restoran di sekitar situ menggelar pesta. Meja penuh dengan salad, hidangan ikan haring “berselimut", daging panggang, sambil bersulang seru sampai lewat tengah malam.
Dari semua tempat meriah yang saya kunjungi selama liburan ini, momen yang paling saya ingat justru bukan saat lagi di tengah kerumunan. Saat saya berjalan sendirian di Manezhnaya Square sekitar jam sepuluh malam, salju turun pelan menutupi jalanan, dan sayup-sayup suara musik tradisional dari panggung kecil masih terdengar dari kejauhan... rasanya sangat damai. pastikan Russia di waktu natal masuk ke bucket list kalian hehehe.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!