Our Destinations
Discover your dream destination

Loading
Transit 12 Jam di Doha? Modal Metro Doang, Bisa ke 5 Tempat ini Loh!

Kalian pernah kepikiran gak sih, gimana rasanya nunggu transit pesawat selama 12 jam penuh? Pasti bikin bosan setengah mati kan. Tapi begitu mendarat di Hamad International Airport Doha, aku malah kepikiran hal lain: kenapa gak dijadiin half day trip aja di Qatar, apalagi bisa dengan modal metro doang ?
Doha itu ibarat mesin waktu. Di satu sudut kamu bisa berasa lagi di masa depan, dikelilingi gedung pencakar langit yang futuristik abis. Tapi di sudut lain, kamu langsung ditarik mundur ratusan tahun lewat bangunan tradisionalnya yang eksotis banget. Enaknya, semua ini bisa dijangkau pakai transportasi umum yang murah dan gampang banget dipahami, jadi gak perlu keluar budget gede buat sewa mobil.

Doha punya Doha Metro yang modern banget, bersih, ber-AC, dan stasiunnya kelihatan kayak bandara mini. Ini beberapa alasan kenapa metro jadi pilihan paling oke buat transit singkat:
Oke, sekarang kita mulai rutenya. Ini urutan spot ikonik Doha yang aku mampiri ketika transit selama 12 jam, lengkap sama cara naik metronya dari satu tempat ke tempat lain.
Dari stasiun Hamad International Airport, naik Red Line ke arah Msheireb, makan waktu sekitar 15-16 menit aja. Sampai di Msheireb, tinggal transit ke Gold Line, terus turun satu stasiun lagi ke Souq Waqif Station. Total perjalanan dari bandara sampai sini cuma sekitar 20 menitan.

Keliling Doha rasanya belum sah kalau belum mampir ke Souq Waqif. Tempat ini pasar tradisional yang suasananya hidup banget. Baru turun dari stasiun aja udah kelihatan gerbang pasarnya, jalan kaki paling cuma beberapa menit. Begitu masuk area pasar, langsung disambut aroma parfum Oud khas Arab dan wangi rempah yang semerbak ke mana-mana. Bangunan dari lumpur dan kayu bikin suasananya otentik abis. Walaupun berasa kayak lorong waktu, tempat ini tetep bersih dan rapi. Di sini aku sempetin ngopi santai sambil nyeruput teh karak hangat di kafe pinggir jalan.

Gampang banget, tinggal balik ke Souq Waqif Station, naik Gold Line satu stasiun aja ke arah Ras Bu Abboud, turun di National Museum Station. Cuma beberapa menit doang, terus jalan kaki dikit ke gerbang museumnya.
National Museum of Qatar, Arsitekturnya Unik banget
Ini salah satu bangunan dengan desain paling unik yang pernah aku lihat. Bentuknya terinspirasi dari kristal mawar gurun yang saling tumpuk. Desainnya futuristik banget, beda jauh dari museum kebanyakan. Enaknya, karena stasiunnya emang nempel deket sama museum, aku bisa langsung foto-foto di luar bangunannya yang udah bikin banyak orang takjub, tanpa perlu jalan jauh atau nunggu mobil.
Nah, ini satu-satunya titik yang gak ada stasiun metro persis di depannya. Dari National Museum, aku balik ke Souq Waqif Station atau Msheireb, terus lanjut jalan santai kurang lebih 20 menit menyusuri Corniche, atau kalau males jalan bisa naik taksi singkat sekitar 5-10 menit aja dari sekitar Msheireb. Karena masih pagi dan cuacanya adem, aku pilih jalan kaki sambil nikmatin pemandangan Corniche.

Bangunan museum ini ikonik banget karena posisinya seperti mengambang di atas teluk buatan. Arsitekturnya gaya Islam klasik tapi dipadu sentuhan modern yang elegan banget. Koleksinya emang luar biasa mengagumkan, tapi area luarnya juga gak kalah keren. Aku jalan santai sebentar di taman sebelahnya buat berburu foto estetik dengan latar gedung pencakar langit Doha yang berkilauan dari seberang perairan.
Balik lagi ke Msheireb, terus naik Red Line ke arah Lusail. Katara punya stasiunnya sendiri, jadi tinggal turun langsung di Katara Station, gak perlu transit lagi. Total waktu tempuh dari Msheireb sekitar 15-20 menitan.

Tempat ini punya amfiteater raksasa gaya Yunani kuno yang langsung menghadap laut lepas. Ada juga masjid biru cantik dengan dinding berlapis mozaik warna-warni. Areanya luas banget dan tiap sudutnya emang manjain mata buat dijadiin latar foto. Enaknya, dari stasiun ke area utama cuma jalan kaki santai aja, gak nguras tenaga.
Dari Katara Station, lanjut naik Red Line lagi ke arah Lusail, turun di stasiun Legtaifiya, yang jadi stasiun terdekat buat akses ke The Pearl. Dari situ, tinggal lanjut naik shuttle Metrolink atau taksi singkat beberapa menit buat masuk ke area utama The Pearl.

Pengen ngerasain nuansa Eropa di tengah Timur Tengah? Perhentian terakhirku sebelum balik ke bandara adalah The Pearl. Ini pulau buatan super mewah, tempat sandarnya kapal-kapal pesiar mahal. Salah satu area paling menarik di sini namanya Qanat Quartier, suasananya dibikin persis kayak Venesia, Italia, lengkap dengan kanal air dan deretan apartemen warna pastel yang lucu banget.
Balik dari The Pearl, naik feeder atau taksi singkat lagi ke stasiun Legtaifiya, lanjut Red Line ke arah selatan sampai Msheireb, terus transit ke Red Line lagi arah Al Wakra buat sampai stasiun Hamad International Airport. Total perjalanan pulang sekitar 40-45 menitan, masih aman kalau kamu kasih buffer waktu buat check-in.
Transit 12 jam di Doha ini ternyata bisa jadi petualangan keliling kota yang super seru, modal metro doang tanpa keluar budget gede buat sewa kendaraan. Rutenya juga gampang diikutin karena semua stasiun saling terhubung lewat Msheireb. Kalau kamu kebagian transit panjang di sini, cara naik metro ini worth banget buat dicoba ya guys.

Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!
Jangan habiskan layover di bandara! Ikuti petualangan singkatku berburu foto di danau beku Beijing dan hangatnya lampion merah menyambut Chunjie.
Menyambut Tahun Baru di Vietnam: Antara Pesta Lampu Saigon dan Meriahnya Perayaan Tet
Bosan Tahun Baru di Jakarta yang macet? Intip pengalamanku merayakan pergantian tahun di Vietnam. Dari meriahnya Saigon hingga tradisi autentik Tet!
Tahun Baru di Ujung Benua Africa: Dari Johannesburg hingga Cape Town