Our Destinations
Discover your dream destination

Loading
Samarkand, Uzbekistan: Kota Tua yang Menjadi Pertemuan Sejarah dan Budaya

Kalau kamu pernah mendengar istilah Jalur Sutra, Samarkand adalah salah satu kota yang namanya paling sering disebut. Kota ini adalah bekas pusat kekuasaan Tamerlane, salah satu penguasa paling berpengaruh di Asia Tengah, dan peninggalannya masih berdiri megah sampai sekarang. Bangunannya biru, bertahta keramik, berdiri ribuan tahun, dan masih terlihat seperti baru selesai dibangun kemarin. Samarkand adalah kota yang susah dipercaya nyata sebelum kamu berdiri langsung di depannya.

Registan adalah pusat kota Samarkand sejak zaman kekuasaan Tamerlane di abad ke-15, dan statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sudah bilang banyak tentang betapa pentingnya tempat ini. Luasnya 100 kali 60 meter, dan di tiga sisinya berdiri tiga madrasah besar sekaligus: Ulugh Beg, Sherdor, dan Tillya-Kari. Ketiganya menghadap satu sama lain, dan dari titik tengah alun-alun itu kamu bisa lihat ketiganya sekaligus dalam satu pandangan.
Kata "Registan" secara harfiah berarti "tempat berpasir" atau "tanah tandus", tapi yang berdiri di sini jauh dari tandus. Fasadnya penuh keramik biru-hijau dengan pola geometris yang susah dibuat bahkan dengan teknologi modern. Ada kepercayaan lokal bahwa kalau kamu berdiri di tengah alun-alun menghadap Tillya-Kari dan membuat permintaan, keinginan itu akan terwujud. Percaya atau tidak, berdiri di sana sambil melihat tiga bangunan raksasa itu dari segala arah sudah cukup untuk bikin kamu diam beberapa saat.

Gur-Emir dalam bahasa Persia berarti "makam sang emir", dan ini adalah tempat peristirahatan terakhir Amir Timur atau Tamerlane beserta keluarga dan guru spiritualnya. Dari luar, kubah besarnya berwarna biru tua dengan pola rusuk yang sangat khas. Dari dalam, dindingnya ditutupi ukiran berlapis emas dan batu-batu berharga, dengan kaligrafi Arab dari ayat Quran yang melingkari seluruh ruangan. Susah menggambarkan skala kemewahan yang ada di dalam bangunan berusia ratusan tahun ini.
Yang menarik adalah cerita di baliknya. Batu nisan yang terlihat di ruang utama hanya replika dekoratif. Semua jenazah sebenarnya ada di ruang bawah tanah yang akses ke sana dilarang untuk umum, karena menurut legenda, mengganggu makam Tamerlane akan membawa bencana. Dan memang, pada 1941 saat tim ilmuwan Soviet membuka kriptanya untuk keperluan penelitian, beberapa hari kemudian Jerman menginvasi Uni Soviet. Kebetulan atau tidak, pintu kriptanya sekarang tetap tertutup.

Shah-i-Zinda adalah kompleks pemakaman yang berdiri di sepanjang jalan sempit abad pertengahan, dengan 11 mausoleum yang dibangun antara 1370 sampai 1449. Semuanya milik keluarga kerajaan dan bangsawan yang banyak di antaranya masih berdarah Tamerlane. Jalan setapaknya sempit, dan di kanan kiri kamu berdiri fasad-fasad biru bertabur keramik dengan pola yang berbeda di setiap bangunan. Nggak ada dua yang sama.
Yang paling dikeramatkan adalah makam Kusam ibn Abbas, sepupu Nabi Muhammad, yang dikenal dengan gelar Shah-i-Zinda yang berarti "raja yang hidup". Menurut kepercayaan setempat, ia tidak meninggal melainkan masih hidup di dalam sumur di bawah mausoleum-nya, terus berdoa sampai hari kiamat. Terlepas dari nilai historis dan spiritualnya, berjalan di jalan sempit antara jejeran makam yang semuanya terlihat seperti istana kecil itu adalah pengalaman visual yang beda dari apa pun yang pernah kamu lihat sebelumnya.

Makam dan kompleks peringatan beliau terletak di desa Hartang, sekitar 25 km dari pusat kota Samarkand, dan setiap tahunnya dikunjungi jutaan peziarah dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Kompleksnya dibangun ulang dan diperluas secara besar-besaran pada era modern, dengan arsitektur khas Asia Tengah yang bersih dan megah. Ada masjid, taman, perpustakaan, dan tentu saja makam utama Imam Al-Bukhari yang berada di dalam bangunan berkubah biru. Suasananya tenang dan khidmat, sangat berbeda dari keramaian kota Samarkand. Bagi banyak pengunjung Muslim, mampir ke sini bukan sekadar wisata sejarah tapi juga pengalaman spiritual yang terasa beda dari tempat-tempat lain di kota ini.
Samarkand adalah kota yang benar-benar membuktikan bahwa peradaban besar bisa meninggalkan sesuatu yang bertahan ribuan tahun dan masih terasa hidup. Tiga tempat ini saja sudah cukup untuk membuat siapapun yang datang mengubah perspektifnya tentang sejarah dan keindahan arsitektur.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!