Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Trans-Siberian Railway: Melihat Keindahan Negara Russia Dengan Menggunakan Hanya 1 Rel Kereta !

Hi guys, kali ini kita akan membahas perjalanan yang bukan soal cepat sampai, tapi soal apa yang kamu lihat dan rasakan di jalan.Betul ini adalah perjalanan Trans-Siberian Railway! menggunakan Kereta yang berangkat dari Moskow, melewati kira-kira 90 kota, menembus hutan Siberia yang tak berujung, dan baru berhenti di Vladivostok tujuh hari kemudian setelah menempuh lebih dari 9.000 kilometer. Ini adalah jalur kereta terpanjang di dunia, adalah salah satu pengalaman perjalanan yang paling susah dilupakan yang bisa kamu lakukan di atas rel kereta api.

Pembangunan Trans-Siberian Railway dimulai pada awal abad ke-20 atas perintah Tsar Alexander III dan diselesaikan oleh Nicholas II. Yang luar biasa, Kekaisaran Rusia menolak semua bantuan dari negara Barat dan membiayai seluruh proyek sendiri dengan 350 juta rubel emas dari perbendaharaan negara. Ribuan pekerja, sebagian besar tentara dan narapidana, bekerja di medan yang ekstrim rawa, sungai deras, lapisan tanah beku permanen, dan suhu yang di wilayah Amur bisa turun sampai minus 60 derajat Celsius, hanya dengan alat seadanya seperti kapak, sekop, dan gerobak dorong.
Setelah 25 tahun pembangunan, jalur ini resmi beroperasi pada 1903. Dampaknya langsung terasa, tambang-tambang mineral besar di Kuzbass mulai bisa diakses, dua jembatan raksasa dibangun di atas Sungai Yenisei dan Sungai Amur, dan wilayah Siberia yang sebelumnya terisolasi mulai terhubung ke pusat pemerintahan. Dulu perjalanan yang sama butuh tiga bulan lewat jalur darat biasa. Sekarang, dengan kereta, cukup tujuh hari.

Buat yang mau pengalaman Trans-Siberian tapi dengan kenyamanan setara hotel bintang lima, ada Golden Eagle. Kereta ini sudah beroperasi sejak 2007 dan namanya sering disebut bersama Orient Express sebagai salah satu kereta paling mewah di dunia. Kompartemennya dilengkapi sofa, kamar mandi pribadi dengan shower, lantai berpemanas, dan fasilitas lain yang bikin kamu hampir lupa lagi ada di atas kereta yang sedang bergerak.

Di dalam rangkaian kereta juga ada restoran dengan grand piano dan perpustakaan. Harganya memang berbeda jauh dari tiket kereta reguler, mulai dari 140.000 rubel sampai 800.000 rubel tergantung kelas kabin. Tapi kalau tujuh hari di atas rel adalah bagian dari perjalanan, dan bukan sekadar cara untuk sampai, maka Golden Eagle adalah cara yang susah ditandingi untuk melakukannya.

Nizhny Novgorod bukan hanya bagian dari pemberhentian rute wisata Golden Eagle yang terkenal, tetapi juga memiliki koleksi gereja Ortodoksnya bisa bersaing dengan kota-kota bersejarah Rusia lainnya. Ada Katedral St. Michael Sang Malaikat Agung yang berdiri sejak awal abad ke-13, Katedral St. Nicholas dengan ikon terkenalnya, dan Katedral Alexander Nevsky yang dibangun di akhir abad ke-19 untuk mengenang jasa Pangeran Alexander Nevsky.
Selain gereja-gerejanya, kota ini punya taman di tepian pertemuan Sungai Volga dan Oka yang dibangun untuk memperingati ulang tahun ke-800 kota ini. Jalan Bolshaya Pokrovskaya adalah jalur pejalan kaki yang dipenuhi bangunan bersejarah, toko antik, dan museum, cocok buat yang suka jalan santai sambil meresap suasana kota tua Rusia.

Yekaterinburg adalah kota yang punya sejarah ringan dan berat dalam waktu bersamaan. Untuk yang ringan: jalan kaki di Jalan Vainera yang dipenuhi toko dan patung jalanan, atau naik ke lantai 52 gedung pencakar langit Vysotsky untuk lihat kota dari ketinggian yang berbeda. Di gedung yang sama ada Museum Vladimir Vysotsky, penyanyi dan penyair ikonik Rusia yang namanya diabadikan di sini.
Yang lebih berat adalah kunjungan ke Gereja di Atas Darah, yang berdiri persis di lokasi bekas Rumah Ipatiev, tempat keluarga Romanov dieksekusi pada 1918. Ini bukan tempat wisata biasa, tapi tempat yang membawa kamu langsung ke salah satu momen paling dramatis dalam sejarah Rusia modern. Yeltsin Center juga ada di kota ini, tempat yang bagus untuk memahami perjalanan politik Rusia dari era Soviet sampai sekarang.

Novosibirsk tidak akan ada kalau bukan karena Trans-Siberian Railway. Ketika jalur kereta membutuhkan jembatan di atas Sungai Ob, sebuah kota tumbuh di sekitar proyek pembangunan itu, dan hari ini kota tersebut menjadi kota terbesar ketiga di Rusia. Stasiun kereta terbesarnya adalah yang paling besar di sepanjang seluruh jalur Trans-Siberian, dan itu sudah menggambarkan skala kota ini.
Di luar pusat kota, ada Berdsk Rocks, formasi tebing di dekat Sungai Berd yang pemandangannya menarik buat yang suka alam. Di dalam kota sendiri ada kebun binatang dengan lebih dari 11.000 hewan, Katedral Alexander Nevsky, dan deretan bangunan bergaya Konstruktivisme Soviet yang masih terpelihara baik dan jadi daya tarik tersendiri bagi penggemar arsitektur.

Setelah tujuh hari di kereta, kamu tiba di Vladivostok, kota paling selatan dan stasiun terakhir Trans-Siberian Railway. Kota ini berada di garis lintang yang sama dengan Sochi, jadi iklimnya jauh lebih hangat dari bayangan kebanyakan orang tentang "ujung timur Rusia". Mercusuar Tokarevskaya Koshka adalah salah satu yang paling tua dan paling ikonik di kota ini, dan perjalanan ke sana saat sore atau menjelang gelap sangat layak dilakukan.
Yang bikin Vladivostok menarik adalah campuran budayanya. Kawasan Millionka, yang dulu jadi tempat tinggal imigran Tiongkok dan Korea di abad ke-19 dan ke-20, masih menyimpan karakter unik yang beda dari bagian kota lainnya. Ada juga Gerbang Nikolaev, dibangun khusus untuk menyambut kedatangan Nicholas II, yang sampai sekarang masih berdiri sebagai salah satu peninggalan arsitektur bersejarah kota ini. Dan secara teknis, jalurnya tidak berhenti di sini, tapi terus sampai ke Stasiun Vostochny Port di Tanjung Astafieva, tepat di tepi Samudra Pasifik.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!
Jangan habiskan layover di bandara! Ikuti petualangan singkatku berburu foto di danau beku Beijing dan hangatnya lampion merah menyambut Chunjie.
Menyambut Tahun Baru di Vietnam: Antara Pesta Lampu Saigon dan Meriahnya Perayaan Tet
Bosan Tahun Baru di Jakarta yang macet? Intip pengalamanku merayakan pergantian tahun di Vietnam. Dari meriahnya Saigon hingga tradisi autentik Tet!
Tahun Baru di Ujung Benua Africa: Dari Johannesburg hingga Cape Town
Bosan Tahun Baru yang itu-itu saja? Intip petualanganku mengejar kembang api di Cape Town dan rahasia meriahnya karnaval Tweede Nuwe Jaar di Afrika Selatan!
Lebaran di Samarkand, Uzbekistan Kayak Apa Sih? Ini Pengalamanku!
Bosan Lebaran di rumah? Yuk, ikuti pengalamanku merayakan Idul Fitri anti-mainstream di Samarkand dan Bukhara, Uzbekistan. Luar biasa seru dan epik abis!
Malam Tahun Baru di Red Square: Sisi Lain Moskow di Musim Dingin
Cerita perjalanan ke Moskow saat Christmas market buka, dari GUM Fair dan Manezhnaya Square di Red Square, ice skating di VDNKh, sampai tips waktu terbaik berkunjung dan cara dapat akses malam Tahun Baru di Red Square.