Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Kalian Rugi Kalau ke Belanda Cuma Muterin Kanal Pusat Kota, Cobain Sendiri Rute Ini!

Angin dingin dari Sungai IJ langsung menyapu wajahku begitu feri dari Centraal Station mulai membelah perairan menuju Amsterdam-Noord, kali ini aku akan jalan2 menjauh dari keramaian turis di pusat kota. Aku ingin merasakan perjalanan yang menggabungkan sejarah yang kuat dengan budaya visual yang hidup dan penuh semangat. Ayo ikuti perjalananku melintasi Rute yang anti mainstream untuk menangkap transisi yang sempurna dari sisi industri Belanda yang kasar dan berat, menuju pesona pedesaan pesisir yang tenang dan tak tergoyahkan oleh waktu.

NDSM Wharf dulu adalah galangan kapal terbesar di dunia pada abad ke-20. Setelah berhenti beroperasi pada era 80-an, tempat ini berubah menjadi pusat kreatif paling edgy di Belanda. Pagi itu, aku masuk ke STRAAT Museum, sebuah gudang besar yang dipenuhi dengan karya street art raksasa. Di sana, aku menghabiskan waktu memotret hasil karya Street Art and Graffiti.

Setelah itu, aku mampir ke Pllek sebuah kafe tepi air yang dibangun dari tumpukan kontainer bekas. Menyantap kopi hangat sambil memandang skyline Amsterdam dari seberang sungai memberikan energi luar biasa. Jika kamu mau merasakan suasana terbaik, datanglah saat musim panas. Saat itu, pasar loak raksasa IJ-Hallen buka, dan lautan barang antik serta vintage ramai dijual disini.

Dari Amsterdam, aku naik kereta lokal menuju Zaan. Kawasan ini dikenal sebagai daerah industri tertua di Eropa sejak abad ke-18. Alih-alih langsung berdesakan dengan rombongan turis di pintu utama, aku memilih turun lebih awal di stasiun Zaandijk. Berjalan kaki melalui jalan-jalan permukiman historis Zaandijk yang sunyi memberiku kesempatan melihat arsitektur rumah kayu hijau khas Belanda secara otentik.

Momen paling indah datang saat aku menyeberangi jembatan Julianabrug. Tiba-tiba, deretan kincir angin raksasa Zaanse Schans muncul di depan mataku. Salah satu hal yang harus dilakukan di sini adalah mampir ke Zaans Gedane Cacaolab. Memasak coklat panas sendiri dari bubuk kakao segar dalam gubuk kayu tua membuat kehangatan di tengah angin yang bertiup kencang.

Perjalanan berlanjut dengan bus regional menuju Edam. Kota kecil ini terkenal karena pasar keju yang sudah terkenal sejak abad ke-16. Di luar hiruk-pikuk turis, disini kotanya tenang banget loh. Aku menghabiskan waktu berjalan di sekitar kanal-kanal batu bata bersih, memotret jembatan angkat kuno tanpa gangguan orang banyak.

Namun, jika kamu ingin merasakan suasana yang benar-benar hidup, kunjungi Edam pada hari Rabu pagi di bulan Juli dan Agustus. Di saat itulah tradisi Edam Cheese Market hidup kembali. Petani lokal akan membawa roda-rodanya keju raksasa di atas usungan kayu, menampilkan keunikan budaya yang kuat.

Dari Edam, aku menyewa sepeda dan melintasi jalur pesisir polder yang sangat sinematik. Jalannya mengarah langsung ke desa nelayan Volendam. Di sini, aku masuk ke Doolhof, kawasan permukiman tertua dengan gang-gang sempit yang tampak seperti labirin dalam dongeng. Wajib hukumnya berhenti di pelabuhan untuk mencicipi kibbeling ikan goreng tepung yang renyah sekali, baru saja ditangkap dari laut.

Menjelang sore, aku naik feri terakhir yang melintasi laut menuju Marken. Dulu, Marken adalah pulau yang terisolasi dan sering dilanda banjir. Kondisi ekstrem masa lalu ini membuat warga setempat membangun rumah-rumah kayu mereka di atas tiang pancang tinggi rumah panggung yang unik. Mengakhiri hari dengan duduk di pinggir pulau, menyaksikan siluet rumah-rumah kayu itu tenggelam perlahan dalam warna oranye keemasan matahari terbenam, adalah penutup pemandangan yang sangat memuaskan.
Dari rute ini mulai dari gudang street art raksasa di NDSM Wharf hingga pedesaan damai di Edam dan Marken kira2 dititik mana guys yang paling ingin kamu kunjungi sendiri 😍?

Jangan Ngaku Pernah ke Brussels Kalau Kalian Belum Mampir ke Tempat Ini!
Itinerary wisata Brussels, Belgia. Panduan lengkap rute perjalanan ke Atomium, medan perang Waterloo, museum cokelat, dan Parlemen Eropa.
Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi