Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Sembilan Negara dalam Satu Rute: Menjelajahi Baltik dan Eropa Timur

Kalian pernah kepikiran tidak, bagaimana rasanya melakukan perjalanan mengelilingi sembilan negara di Eropa hanya dalam waktu sepuluh hari? Terdengar mustahil dan pasti membuat lelah kan? Tapi, jujur rute “Baltic & Eastern Europe” ini adalah salah satu perjalanan yang akan kalian ingat sampai tua.
Perjalanan ini ibarat sebuah perjalanan kembali ke masa lalu. Dari keagungan sisa-sisa kekaisaran di jantung Eropa Tengah, kita akan ditarik terus ke utara hingga bertemu dengan kota-kota tua yang cantik di pinggir Laut Baltik. Penasaran bagaimana rasanya melakukan perjalanan darat melintasi Austria, Hungaria, Slovakia, Ceko, Polandia, Lithuania, Latvia, Estonia, hingga menyeberang ke Finlandia? Mari, ikuti perjalananku!

Perjalanan panjangku dimulai dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Setelah check-in dan briefing singkat, kita langsung terbang menuju Vienna, Austria. Begitu mendarat, aku langsung takjub dengan Schönbrunn Palace. Istana musim panas keluarga kekaisaran Habsburg ini sangat megah dan sudah masuk daftar warisan dunia UNESCO, lho! Tidak lupa juga, mampir ke St. Stephen's Cathedral yang posisinya tepat di pusat kota.

Sorenya, kita langsung lanjut jalan darat menuju Győr di Hungaria. Kota kecil ini memiliki suasana yang tenang, kawasan old town-nya sangat cocok untuk istirahat dan mengumpulkan tenaga sebelum memulai tur darat yang lebih panjang keesokan harinya.

Pagi-pagi kita sudah bergerak menuju Bratislava, Slovakia. Perjalanan ini cukup singkat, hanya sekitar 1,5 jam saja. Di sini, kita dapat menemukan banyak titik foto yang menarik; mulai dari Bratislava Castle yang posisinya sangat cantik di atas bukit menghadap Sungai Danube, berjalan-jalan santai di Old Town, hingga berburu foto dengan patung Man at Work yang nyempil di jalanan tapi sangat ikonik.

Setelah puas berkeliling, kita pindah negara lagi! Kali ini, kita meluncur ke Brno, Ceko untuk mengunjungi Cathedral of St. Peter and Paul yang memiliki arsitektur keren abis, sebelum akhirnya check-in hotel dan menginap di kota ini.

Kita melanjutkan perjalanan darat sekitar 2,5 jam menuju Katowice, Polandia. Kita sempatkan mampir ke kawasan Silesian Museum untuk menambah stok foto estetik. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Krakow.

Di Krakow, kita menghabiskan waktu di Rynek Główny. Ini adalah salah satu alun-alun abad pertengahan terbesar di Eropa. Suasana di sini sangat hidup, dikelilingi bangunan bersejarah yang membuat kita merasa kembali ke masa lalu.

Masih di Krakow, paginya aku berjalan ke Wawel Royal Castle. Kompleks istana dan katedral ini memiliki posisi yang sangat strategis karena persis berada di tepi Sungai Vistula.

Siang harinya, kita harus siap untuk perjalanan darat sekitar 4 jam menuju ibu kota Polandia, Warsawa. Tapi, rasa lelah di jalan langsung terbayar ketika kita tiba di Warsawa. Kita langsung mengeksplorasi Kota Tua, Royal Castle, dan yang paling unik: Palace of Culture and Science. Gedung pencakar langit peninggalan era Soviet ini memiliki desain vintage tapi sangat megah.

Hari keenam ini, rutenya cukup panjang, sekitar 5,5 jam perjalanan darat dari Warsawa menuju Vilnius, Lithuania. Tapi, tenang saja, pemandangan sepanjang jalan tidak membosankan. Begitu tiba, aku langsung jatuh cinta dengan Old Town Vilnius.

Yang paling seru, kita mampir ke Republic of Užupis. Ini adalah semacam distrik seni bohemian yang memiliki karakter sangat unik. Mereka bahkan mendeklarasikan diri sebagai “republik independen” dengan aturan mereka sendiri. Sangat menyenangkan untuk berjalan santai sambil menikmati karya seni di setiap sudutnya.

Perjalanan hari ini diawali dengan mampir ke Hill of Crosses. Sesuai namanya, bukit ini dipenuhi ribuan salib dari berbagai ukuran. Awalnya agak merinding, tapi lama-lama terasa terkesima, pemandangan ziarah khas Lithuania yang tidak akan kita temukan di tempat lain.

Dari situ, kita melanjutkan perjalanan darat sekitar 2,5 jam menuju Riga, ibu kota Latvia. Jika kamu suka arsitektur, Riga adalah surganya! Mataku benar-benar dimanjakan oleh deretan bangunan bergaya Art Nouveau yang elegan di sekitar Kota Tua.

Hari kedelapan ini, rutenya sangat menyenangkan karena kita akan menyusuri jalanan pesisir selama kurang lebih 4 jam dari Riga ke Tallinn, Estonia.
Begitu memasuki Kota Tua Tallinn, rasanya benar-benar seperti berada di set film abad pertengahan. Tembok kota kunonya masih utuh dan rapi. Agar lebih sempurna, aku sempatkan naik ke Bukit Toompea. Dari atas sini, pemandangan atap-atap merah kota tua dipadukan dengan birunya laut, sangat cantik untuk diabadikan dalam foto.

Pagi-pagi banget kita sudah siap di pelabuhan Tallinn untuk naik feri menyeberang ke Helsinki, Finlandia. Perjalanan lautnya hanya sekitar 2 jam saja. Di Helsinki, kita sempatkan mampir ke Senate Square, berfoto di depan Katedral Helsinki yang ikonik dengan warna putih bersihnya, dan mampir ke Monumen Sibelius yang didedikasikan untuk komponis nasional Finlandia. Sore harinya, kita langsung bergerak menuju Bandara Helsinki untuk penerbangan kembali ke Jakarta.
Pengalaman marathon melintasi sembilan negara dalam satu rangkaian utuh ini benar-benar worth it. Dari istana megah di Austria, alun-alun Polandia, hingga pesona abad pertengahan di Baltik, semuanya memberikan memori yang tidak ternilai. Bagi kalian yang ingin memaksimalkan cuti untuk mendapatkan banyak pengalaman negara sekaligus, rute ini wajib masuk bucket list kalian, ya!

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!