Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Lebaran di Samarkand, Uzbekistan Kayak Apa Sih? Ini Pengalamanku!

Aku sudah merasakan berbagai perayaan di banyak negara. Tapi, pagi Lebaran di Samarkand ini punya vibes yang jelas berbeda. Kalau di Indonesia kita terbiasa dengan gema takbir dari speaker masjid yang meriah, di sini suasananya jauh lebih hening tapi luar biasa syahdu. Berbekal insting traveler ku, aku memang sengaja merancang itinerary agar pas hari-H Idul Fitri (atau Ramazon Hayit warga lokal menyebutnya), posisiku tepat berada di Samarkand.

Pagi itu udaranya sejuk. Aku berjalan kaki membaur bersama rombongan warga lokal menuju masjid. Sepanjang jalan, mataku benar-benar dimanjakan oleh pemandangan bapak-bapak dan kakek-kakek yang mengenakan chapan (mantel tradisional panjang) dan tubeteika (peci khas bermotif) yang rapi abis. Senyum mereka ramah, saling sapa "Hayit Mubarak!" (Selamat Lebaran!) kepada siapa saja yang lewat, termasuk kepadaku.
Mengikuti Salat Ied dengan latar belakang bangunan madrasah kuno berhiaskan ubin mosaik biru yang menjulang tinggi itu sukses bikin aku yang sudah sering melihat berbagai keajaiban dunia merinding kagum. Rasanya seolah ditarik mundur ratusan tahun ke era keemasan Islam di Asia Tengah.

Jujur, lidah Indonesia-ku tetap merasa kangen dengan ketupat, opor ayam, dan sambal goreng ati sehabis salat. Tapi rasa kangen itu sirna dalam lima menit begitu aku diajak menyantap hidangan Lebaran ala Uzbekistan.
Aku berani bilang kalau Plov atau Palov di sini enak banget. Nasi yang dimasak menggunakan kuali raksasa (kazan) ini dicampur potongan daging domba yang super empuk, wortel kuning, kismis, dan racikan rempah yang wanginya luar biasa semerbak. Disajikan bersama Non (roti pipih khas Uzbek yang dipanggang di oven tanah liat) yang masih panas mengepul dan teh hijau. Rasanya? Gurih, manis, dan kaya rasa di mulut. Opor ayam rasanya langsung lewat! Warga lokal kalau sedang Lebaran meja makannya penuh dengan buah kering, kacang-kacangan, dan manisan.

Masuk hari kedua Lebaran, jiwa petualangku ini mulai gatal untuk berpindah kota. Aku memilih booking tiket kereta cepat Afrosiyob untuk meluncur ke Bukhara. Sekalian merasakan langsung sistem transportasi mereka yang rapih, on-time, dan super nyaman ini memberikan membuatku tersanjung dengan sistem transportasi uzbekistan.
Bukhara punya vibes yang berbeda banget dengan Samarkand. Kalau Samarkand itu terkesan megah dengan monumen raksasa, Bukhara justru terasa jauh lebih tenang. Seluruh kota tuanya sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Berjalan menyusuri lorong-lorong berdebunya, melewati Trading Domes (kubah-kubah tempat pedagang era Jalur Sutra bertransaksi), sampai mampir ke alun-alun Po-i-Kalyan yang cantiknya gak masuk akal pas terkena cahaya golden hour sore hari.. Keren abis!
Merayakan Lebaran jauh dari rumah kadang memang memancing sedikit rasa homesick, sehebat apa pun rekam jejak traveling kita. Tapi, pengalaman spiritual dan kedekatan budaya yang aku dapatkan di Uzbekistan ini benar-benar tidak ternilai harganya. perjalanan ini kembali mengingatkanku pada satu hal fundamental: persaudaraan dan kehangatan itu tidak mengenal batas negara atau bahasa. Cukup dengan senyum dan ucapan "Hayit Mubarak", kita sudah merasa seperti bagian dari keluarga mereka.
Buat kalian yang mungkin tahun depan ingin mencari suasana Idul Fitri yang beda, anti-mainstream, dan sekaligus menapak tilas sejarah Islam yang luar biasa megah, pastikan Uzbekistan masuk ke bucket list kalian yaa.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!