Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Pilanesberg: Taman Nasional di Afrika Selatan yang Bakal Bikin Kamu Ngerti Kenapa Orang Ketagihan Safari

Pernah ngebayangin duduk di atas jeep, angin savana nyapu muka kamu, terus tiba-tiba seekor singa jalan santai di depan kamu cuma 10 meter? Itu bukan adegan film itu pengalaman nyata yang bisa kamu dapetin di Pilanesberg National Park, Afrika Selatan.
Dan kabar baiknya? Kamu nggak harus kantong tebal buat ngerasainnya.

Pilanesberg adalah taman nasional di Afrika Selatan yang lokasinya super strategis cuma 2,5 sampai 3 jam nyetir dari Johannesburg. Jadi kalau kamu transit atau mampir ke Johanesburg, nggak ada alasan buat skip tempat ini.

Yang bikin Pilanesberg makin unik: taman ini duduk persis di dalam kawah gunung berapi purba yang sudah meletus jutaan tahun lalu. Efeknya? Tanah di sini kaya mineral, subur, dan hijau bikin ekosistemnya luar biasa kaya. Luasnya sekitar 550 kilometer persegi dengan populasi sekitar 7.000 ekor hewan. Sudah jadi taman nasional sejak 1979, dan sampai sekarang terus jadi favorit wisatawan yang nggak mau ribet tapi tetap mau pengalaman safari kelas dunia.
Dibanding Kruger Park yang jauh dan butuh persiapan lebih matang, Pilanesberg jauh lebih manageable dan ramah di kantong. Plus dan ini penting banget Pilanesberg bebas malaria. Jadi nggak perlu minum obat anti-malaria yang bikin badan nggak enak. Cukup bawa DEET buat nyamuk biasa, dan kamu aman!

Safari di Afrika itu punya satu "misi" yang hampir semua orang kejar: lihat Big Five yaitu Singa, Macan Tutul (Leopard), Badak, Gajah, dan Kerbau Afrika. Dan di Pilanesberg, peluang kamu buat centang semua lima itu sangat nyata.
Dalam perjalanan safari di sana, empat dari Big Five berhasil ditemui: singa, leopard, badak, dan gajah. Kerbau memang ada, tapi kadang mereka malu-malu nggak mau keluar. Namanya juga satwa liar drama-nya nggak bisa diatur!

Soal drama, ini salah satu momen yang paling berkesan: suatu pagi, baru beberapa menit masuk taman dari lodge, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari balik pohon. Rem langsung diinjak, mundur pelan-pelan... dan bum! Seekor gajah raksasa muncul tepat di depan kendaraan. Jarak mungkin cuma beberapa meter. Jantung? Auto loncat.
Dan di hari terakhir, bonus besar datang: seekor leopard betina dan anaknya sedang duduk dengan gagah di atas batu, menatap seluruh taman seolah mereka pemiliknya. Pemandangannya persis seperti adegan di The Lion King tapi versi asli, bukan animasi. Dan itu jauh lebih keren.

Selain Big Five, kamu juga bakal ketemu jerapah, zebra, bontebok, wildebeest, babi hutan, ular, dan monyet yang berkeliaran bebas. Pokoknya mata kamu nggak akan pernah bosan.
Ini rahasianya: tepat setelah matahari terbit dan tepat sebelum matahari terbenam.
Hewan-hewan paling aktif di dua waktu itu mereka lagi cari makan, minum, atau sekadar jalan-jalan pagi. Kalau kamu mau serius, siap-siap bangun jam 5 pagi dan masuk taman sebelum jam 6. Safari pagi biasanya berlangsung sampai jam 8–9 pagi. Lalu sore, keluar lagi sekitar jam 4 untuk kejar golden hour sekaligus golden moment ketemu hewan.
Banyak lodge yang udah punya jadwal safari terjadwal di dua waktu ini. Tapi kalau mau lebih fleksibel, kamu juga bisa menyetir sendiri keliling taman itu pun tetap seru banget!
Tips: Nggak ketemu hewan? Ikuti aja mobil lodge lain, atau tanya pengemudi yang lewat komunitas safari itu ramah dan suka berbagi info spotting. Dan selalu cari area berair seperti danau atau sungai kecil di situlah biasanya hewan-hewan ngumpul untuk minum atau berteduh.
Oh iya, Mankwe Dam danau besar di tengah taman adalah spot favorit buat lihat kuda nil yang berendam santai. Jangan sampai dilewatin!
Kalau Afrika Selatan masuk di radar perjalanan kamu, jangan sampai Pilanesberg cuma jadi nama yang kamu scroll tanpa dikunjungi. Karena pengalaman duduk di jeep, melihat gajah muncul dari balik pohon di depan kamu itu adalah salah satu momen yang nggak akan bisa kamu dapet dari scrolling Instagram.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!
Jangan habiskan layover di bandara! Ikuti petualangan singkatku berburu foto di danau beku Beijing dan hangatnya lampion merah menyambut Chunjie.
Menyambut Tahun Baru di Vietnam: Antara Pesta Lampu Saigon dan Meriahnya Perayaan Tet
Bosan Tahun Baru di Jakarta yang macet? Intip pengalamanku merayakan pergantian tahun di Vietnam. Dari meriahnya Saigon hingga tradisi autentik Tet!
Tahun Baru di Ujung Benua Africa: Dari Johannesburg hingga Cape Town
Bosan Tahun Baru yang itu-itu saja? Intip petualanganku mengejar kembang api di Cape Town dan rahasia meriahnya karnaval Tweede Nuwe Jaar di Afrika Selatan!
Lebaran di Samarkand, Uzbekistan Kayak Apa Sih? Ini Pengalamanku!
Bosan Lebaran di rumah? Yuk, ikuti pengalamanku merayakan Idul Fitri anti-mainstream di Samarkand dan Bukhara, Uzbekistan. Luar biasa seru dan epik abis!
Malam Tahun Baru di Red Square: Sisi Lain Moskow di Musim Dingin
Cerita perjalanan ke Moskow saat Christmas market buka, dari GUM Fair dan Manezhnaya Square di Red Square, ice skating di VDNKh, sampai tips waktu terbaik berkunjung dan cara dapat akses malam Tahun Baru di Red Square.