Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Lupakan Sejenak Penat, 5 Destinasi di Hokkaido Ini Siap Manjakan Matamu

Kalau Jepang itu sudah kamu anggap indah dari foto-foto yang selama ini kamu scroll, tunggu sampai kamu lihat Hokkaido. Prefektur paling utara dan paling luas di Jepang ini punya karakter yang beda dari Tokyo atau Kyoto. Di sini alamnya lebih luas, udaranya lebih dingin, dan pemandangannya terasa lebih damai.
Ini 5 tempat di Hokkaido yang kalau kamu lihat sendiri, kamu akan ngerti kenapa orang rela terbang jauh-jauh ke sini.

Namanya Patchwork Road karena pemandangan dari atas bukit-bukit Biei itu beneran terlihat seperti kain patchwork yang dijahit dari potongan warna yang berbeda-beda. Petak ladang gandum, jagung, bunga-bunga musim panas, dan padang rumput tersusun rapi di perbukitan bergelombang, berganti warna sesuai musim.
Nggak ada batas resmi kawasan ini, tapi patokan yang paling sering dipakai adalah sekitar dua pohon ikonik yang punya sejarahnya sendiri: "Seven Stars Tree" dan "Ken and Mary Tree", keduanya pernah tampil di iklan televisi Jepang zaman dulu dan sekarang jadi landmark yang dinantikan pengunjung.
Cara terbaik menikmatinya adalah dengan nyetir pelan-pelan, berhenti sesuka hati, dan biarkan pemandangannya berubah sendiri dari balik kaca. Setiap sudut Patchwork Road punya komposisi yang berbeda, dan itu yang bikin orang nggak mau cepat-cepat pergi dari sini.

Farm Tomita adalah ladang lavender terbesar di Jepang, dan tiap tahun lebih dari satu juta orang datang ke sini. Waktu lavender mekar penuh di musim panas, hamparan ungunya itu menutupi ladang seluas mata memandang, aromanya tercium jauh sebelum kamu sampai, dan foto apa pun yang kamu ambil dari sini keluar seperti sudah diedit.
Yang menarik, area ladang dan parkirannya buka 24 jam. Artinya kamu bisa pilih sendiri mau datang pagi-pagi waktu embun masih ada, siang waktu cahayanya paling bagus, atau sore menjelang matahari terbenam di atas bukit. Tiap jam punya cahaya dan suasananya sendiri.
Selain ladang, ada pabrik distilasi lavender tempat kamu bisa lihat proses pembuatan minyak esensial, dan kios yang jual es krim rasa lavender. Makan es krim lavender di tengah ladang lavender yang sedang mekar penuh, dengan angin Hokkaido yang sejuk, itu adalah salah satu hal kecil yang susah dilupakan.

Noboribetsu sering disebut sebagai "department store of hot springs" karena satu kawasan ini punya lebih dari satu jenis air panas yang berbeda kandungan mineralnya. Debit airnya mencapai 10.000 ton per hari, mengalir alami dari dalam bumi, dan airnya yang putih susu itu sudah jadi ciri khas yang bikin orang langsung tahu ini Noboribetsu.
Sejarahnya panjang. Kawasan ini sudah berkembang sejak akhir zaman Edo, dan di era Meiji dipakai sebagai tempat pemulihan prajurit yang terluka dalam Perang Rusia-Jepang. Jadi ini bukan sekadar tempat wisata baru, tapi tempat yang punya lapisan sejarah di balik uapnya.
Tiap penginapan di sini punya keunikannya masing-masing. Ada yang menawarkan lima jenis sumber air berbeda dalam satu properti, ada yang punya kolam terbuka di atap dengan pemandangan hutan, ada yang punya kolam berbentuk kubah bergaya Romawi. Kamu bisa pilih sesuai selera, atau kalau mau coba beberapa, ada juga pemandian umum yang terbuka untuk pengunjung luar.

Cape Kamui adalah tanjung sempit yang menjorok ke laut di ketinggian 80 meter, dan dari sini kamu bisa melihat garis horison yang tampak melengkung. Itu bukan ilusi optik, itu memang kelengkungan bumi yang terlihat dari ketinggian tertentu. Lautan di sekelilingnya biru gelap, dan batu karang Kamui berdiri tegak di tengahnya.
Kalau kamu datang di awal musim panas, jalur setapak menuju ujung tanjung yang disebut "Charenka Trail" akan dipenuhi bunga daylily yang mekar di kanan kiri. Berjalan di atas tebing dengan bunga-bunga di sisi jalan dan laut luas di bawah, itu pemandangan yang susah dicari tandingannya.
Setelah jalan-jalan, mampir ke kios di dekat parkiran untuk coba "Shakotan Blue Soft Serve", es krim berwarna biru yang terinspirasi dari warna laut Shakotan yang terkenal jernih dan biru terang

Danau Toya adalah danau kaldera terbesar ketiga di Jepang, bentuknya hampir bulat sempurna, dan di tengahnya ada Pulau Nakajima yang sebenarnya terdiri dari empat pulau sekaligus: Oshima, Bentenjima, Manjujima, dan Kannonjima. Semuanya tidak berpenghuni, dan itu yang bikin suasana di danau ini terasa tenang dengan sedikit aura misterius.
Dari kota pemandian di tepi danau, ada kapal wisata yang berlayar selama 50 menit mengelilingi pulau-pulau itu. Dari atas kapal, kamu bisa lihat pulau-pulau yang sebagian tersembunyi satu di balik yang lain, refleksi pegunungan di permukaan air, dan kalau cuaca cerah, Gunung Usu dan Gunung Yotei terlihat di kejauhan.
Satu-satunya pulau yang bisa didarati adalah Oshima, di mana ada Museum Hutan Nakajima yang buka sejak 2021, dilengkapi jalur trekking di dalam hutan pulau. Itu tersedia dari akhir April sampai Oktober, jadi perlu disesuaikan dengan waktu kunjungan.
Hokkaido itu besar, dan lima tempat ini baru sebagian kecil dari apa yang ditawarkannya. Tapi kalau kamu mulai dari sini, kamu sudah dapat gambaran yang cukup jelas tentang kenapa orang yang pernah ke Hokkaido selalu ingin kembali.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!