Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
5 Tempat Tersembunyi di Thailand yang Belum Banyak Orang Tahu, Tapi Sekali Lihat Langsung Pengen Balik Lagi

Thailand itu luas. Dan ternyata jauh di balik pantai-pantai ramai, kuil-kuil foto-foto, dan pasar malam yang sudah kamu kenal, ada sisi lain Thailand yang belum banyak disentuh. Tempat-tempat di mana kamu bisa beneran bernapas lega, nggak perlu antre foto, dan pulang dengan cerita yang jarang dimiliki orang lain.
Ini 5 destinasi tersembunyi Thailand yang kalau kamu datangi, kamu bakal ngerti kenapa beberapa traveler justru lebih suka jalan ke tempat yang nggak ada di peta mainstream.

Tingginya lebih dari 200 meter, dan Mae Surin adalah salah satu air terjun paling megah di seluruh Thailand Utara. Tapi bukan cuma soal tingginya. Sekelilingnya adalah pegunungan dan hutan yang lebat dan masih rapat, bikin kamu ngerasa masuk ke dunia yang berbeda begitu meninggalkan jalan utama.
Yang bikin spot ini istimewa adalah kombinasinya: ada titik pandang di tepi tebing yang kalau kamu datang pagi-pagi, hamparan kabut laut pagi masih melayang di atas lembah. Diam di sana sebentar, lihat kabut itu bergerak pelan di antara pepohonan, dan rasanya susah untuk nggak diam cukup lama.
Mae Hong Son memang bukan provinsi yang paling mudah dijangkau, tapi justru itulah yang menjaga tempat ini tetap tenang dan nggak penuh sesak turis.

Namanya mungkin bikin kamu ketawa duluan. Tapi begitu kamu sampai di tepi tebing ini di dalam kawasan Taman Nasional Sai Thong, tawa itu langsung berhenti sendiri, digantikan pandangan yang cuma bisa dibalas dengan diam.
Pha Ham Hod adalah tebing curam dengan pemandangan hutan di bawahnya yang meluas ke mana pun mata memandang. Nggak ada gedung, nggak ada jalan raya, nggak ada rambu. Cuma pohon, langit, dan angin.
Kalau kamu datang di musim yang tepat, sepanjang jalur hiking menuju titik pandang ini kamu akan melewati hamparan bunga tulip Siam yang tumbuh liar, warna ungu dan putih tersebar di antara batu-batu. Ini bukan tanaman hias yang ditata, ini alam yang lagi menampilkan dirinya sendiri.
Medannya lumayan menantang, tapi pemandangan dari atasnya adalah bayaran yang lebih dari cukup.

Ini bukan danau, bukan hutan, bukan pantai. Ini adalah sesuatu yang lebih susah dijelaskan tapi langsung masuk akal begitu kamu lihat sendiri.
Lalu di Sa Kaeo adalah hamparan tiang-tiang tanah alami yang terbentuk selama 150 juta tahun dari proses erosi air hujan, tanah yang amblas, dan endapan yang menumpuk perlahan-lahan. Luasnya lebih dari 800 hektar, dan hasilnya adalah lanskap yang terlihat persis seperti Grand Canyon versi miniatur, tersembunyi di sudut Thailand yang jarang dikunjungi.
Satu-satunya tempat serupa yang mungkin kamu pernah lihat ada di foto dari Amerika atau Turki. Tapi ini ada di Thailand, dan hampir nggak ada yang tahu.
Dari sisi foto, ini adalah tempat yang setiap sudutnya terasa seperti frame yang sudah diatur, padahal semuanya alami dan nggak ada yang dipoles.

Ini bukan pantai biasa yang ada di peta wisata. Sri Kotaboon adalah fenomena alam yang cuma muncul setahun sekali, dan kalau kamu nggak datang di waktu yang tepat, kamu nggak akan lihat apa-apa selain sungai.
Setiap musim kering antara Februari sampai Mei, permukaan air Sungai Mekong turun cukup jauh sampai hamparan pasir emas muncul di tengah sungai, membentuk pantai alami yang panjangnya bisa mencapai beberapa kilometer. Bukan pantai di tepi sungai, tapi benar-benar di tengahnya. Kamu jalan di atas pasirnya sementara arus Mekong mengalir pelan di kanan kiri, dengan pemandangan sisi Laos di seberang.
Nakhon Phanom sendiri adalah provinsi yang tenang dan jauh dari jalur wisata mainstream, jadi begitu kamu sampai di sini, suasananya sudah berbeda dari awal. Ditambah pantai pasir yang cuma ada beberapa bulan dalam setahun, ini adalah jenis pengalaman yang susah diulang dan susah dijelaskan ke orang yang belum pernah ke sana.
Kalau kamu kebetulan lewat Thailand Timur Laut di bulan-bulan itu, ini wajib masuk rute.

Kalau Phang Nga kamu identikkan dengan Phi Phi atau Krabi yang penuh perahu dan turis, Ao Koei adalah antitesisnya. Pantai ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Laem Son, dan kondisinya masih sangat alami, hutan mangrove di tepinya masih rapat, formasi batu alami tersebar di sepanjang pantai, dan airnya tenang.
Sore hari di sini punya daya tarik tersendiri. Matahari terbenam di atas teluk, warnanya merah-oranye memantul di air yang hampir nggak beriak. Kalau kamu sewa kayak dan dayung pelan ke tengah teluk, kamu bisa lihat momen itu dari sudut yang nggak bisa kamu dapet dari daratan.
Ini bukan pantai untuk party atau keramaian. Ini pantai untuk duduk lama, lihat langit berubah warna, dan nggak merasa perlu melakukan apa-apa selain ada di sana.
Dari kelima tempat ini, nggak ada yang butuh itinerary padat atau budget besar. Yang dibutuhkan cuma kemauan untuk jalan sedikit lebih jauh dari rute biasa, dan rasa ingin tahu yang cukup besar untuk mencoba Thailand yang belum banyak orang ceritakan.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!