Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
3 Tempat Wisata Healing di Korea Selatan yang Lebih dari Sekadar Foto-Foto di Depan Kamera

Korea Selatan itu bukan cuma soal K-drama, skincare. Di balik semua hype-nya, negara ini punya sisi lain yang jarang ditampilkan yaitu alam yang luar biasa dan menyembuhkan jiwa dan raga.
Korea punya 22 taman nasional yang dijaga ketat bukan sekadar taman biasa, tapi kawasan yang menyimpan 45% dari seluruh spesies hayati Korea dan 65% spesies yang terancam punah.
Kalau kamu lagi nyari perjalanan yang bukan cuma capek foto-foto tapi beneran bikin refreshing ini 3 destinasi Korea Selatan yang wajib masuk list kamu.

Siapa bilang healing harus jauh-jauh ke luar kota? Namsan Park di Jung-gu, Seoul, adalah bukti bahwa kamu bisa dapat ketenangan di tengah kota yang super sibuk bahkan tanpa keluar banyak uang.
Di puncaknya berdiri Namsan Seoul Tower, landmark ikonik yang udah jadi simbol Seoul. Tapi buat warga lokal, Namsan bukan hanya soal menara, Ini adalah tempat kabur dari rutinitas. Tiap weekend dan jam istirahat kerja, kamu bakal lihat orang-orang Seoul jalan kaki di trail-nya, duduk di bangku taman, atau sekadar bengong ngeliatin pemandangan kota dari atas.

Yang bikin Namsan spesial di sini kamu bisa ngerasain empat musim dalam satu tempat yang sama tapi dengan mood berbeda. Musim semi? Bunga bermekaran di mana-mana. Musim gugur? Daunnya merah dan oranye kayak adegan drama Korea. Musim dingin? Salju tipis di jalur trekking. Masing-masing punya keunikan tersendiri.
Baru-baru ini Namsan Park juga resmi ditetapkan sebagai Urban Nature Park pengakuan formal bahwa ruang hijau di tengah kota ini adalah aset yang harus dijaga. Dan untuk pengunjung, itu artinya standar kebersihannya makin terjaga dan fasilitasnya makin lengkap.
Tips: Naik lewat jalur pejalan kaki dari Itaewon atau Myeongdong, nikmatin jalan-jalannya pelan-pelan. Nggak perlu buru-buru.

Kalau Jeju sudah terlalu mainstream buat kamu, kenalan sama Ulleungdo pulau vulkanik di ujung timur Korea Selatan yang jaraknya sekitar 130 km dari daratan utama.
Di sini, alam benar-benar masih primordial. Belum banyak tangan manusia yang menyentuh dan mengubahnya. Laut di sekitarnya jernih dan biru-gelap, tebing-tebingnya dramatis dan curam, dan hutan primeval alami satu-satunya di Korea ada di sini di lembah Nari Basin yang tersembunyi di tengah pulau.

Landscape-nya unik banget karena semua desa di Ulleungdo terbentuk mengikuti kontur pulau yang melingkar bukan jaringan jalan yang lurus seperti di kota. Medannya terjal, jalannya berkelok, dan tiap belokan menyimpan pemandangan baru yang bikin napas sejenak terhenti.
Dan nggak jauh dari Ulleungdo, ada Dokdo pulau terluar paling timur wilayah Korea, yang statusnya dilindungi sebagai Monumen Alam No. 336. Tebing-tebing basaltnya dengan formasi columnar jointing yang unik itu terlihat seperti dipahat langsung oleh alam selama jutaan tahun. Sekarang pulau ini dijaga oleh penjaga pantai Korea, dan pemandangannya... luar biasa sunyi dan megah sekaligus.
Ulleungdo adalah tempat untuk kamu yang mau benar-benar jauh dari keramaian bukan cuma secara fisik, tapi juga secara jiwa.

Jeju itu bukan cuma destinasi wisata biasa ini adalah museum vulkanik raksasa yang hidup. Seluruh pulau ini terbentuk dari aktivitas gunung berapi purba, dan jejaknya ada di mana-mana 368 Oreum (gunung berapi parasitik kecil) tersebar di seluruh penjuru pulau, lebih dari 160 tabung lava memanjang di bawah permukaan tanah, dan Gunung Halla gunung tertinggi di Korea berdiri gagah di tengah-tengahnya.
Ngomong soal pengakuan internasional, Jeju ini triple crown: ditetapkan sebagai Biosphere Reserve (2002), World Natural Heritage Site UNESCO (2007), dan Global Geopark (2010). Tiga sekaligus. Nggak banyak pulau di dunia yang bisa klaim itu.

Tapi yang bikin Jeju selalu bikin kangen bukan cuma soal status atau sertifikat. Ini soal momen-momen kecil yang nempel jalan kaki di tepi pantai dengan air toska yang jernih banget sampai kamu bisa lihat batu-batu di dasarnya, ngeliatin kebun jeruk yang hijau di kaki Gunung Halla, atau duduk di tepi tebing dengan angin laut yang bikin kepala otomatis bersih dari segala drama kehidupan.
Jeju juga makin populer di kalangan wisatawan mancanegara terutama dari China dan Jepang karena nuansanya yang beda dari destinasi Asia lainnya. Tapi tetap, vibe-nya nggak pernah kehilangan ketenangan yang jadi signature-nya.
Tips: Jeju paling indah di musim semi (April–Mei) saat bunga canola kuning mekar di mana-mana, atau musim gugur saat Gunung Halla berubah jadi gradasi merah-oranye yang sinematik.
Tiga tempat ini cuma secuil dari apa yang Korea punya. Dari taman kota yang bikin napas lega, pulau terpencil yang masih liar, sampai pulau vulkanik yang diakui dunia semua ada di satu negara yang ukurannya nggak lebih besar dari Jawa.
Jadi next time kamu planning ke Korea, jangan lupa sisihkan satu-dua hari buat benar-benar berhenti nggak belanja, nggak ngejar jadwal, nggak hunting makanan viral. Cukup ada di alam, tarik napas panjang, dan biarkan Korea lakukan sisanya.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!