Our Destinations
Discover your dream destination

Loading
Jangan Ngaku Pernah ke Brussels Kalau Kalian Belum Mampir ke Tempat Ini!

Kali ini kita akan jalan2 di Brussels, Belgia. Kota ini menunjukan arsitektur klasik Eropa yang megah di setiap sudut kota. kita akan menelusuri ibu kota Belgia ini mulai dari titik-titik arsitektur ikonik di sekitar Grand Place hingga tempat singgah terbaik untuk mencicipi kuliner lokalnya. Siapkan catatan kalian, dan mari kita mulai eksplorasi ini.

Perjalanan dimulai tepat di pusat kota Grand Place. Alun-alun ini telah menjadi pusat perdagangan sejak abad ke-11, dikelilingi oleh balai serikat pekerja berbalut emas.
Event yang wajib kalian coba di sini adalah Flower Carpet, yang digelar setiap pertengahan Agustus pada tahun genap. Bayangkan seluruh alun-alun berbatu ini berubah menjadi karpet begonia raksasa!
Setelah puas berfoto, penulis berburu “keluarga” patung perunggu ikonik kota ini. Dimulai dengan Manneken Pis, patung anak laki-laki yang legendaris, lalu melintasi gang kecil mencari Jeanneke Pis, versi anak perempuan, dan Zinneke Pis, versi anjing. Setelah itu lanjut ke Garderobe Manneken Pis, museum yang menyimpan ribuan koleksi baju miniatur dari seluruh dunia untuk patung ini.

Menjelang sore, penulis melipir ke Koekelberg Basilica, salah satu gereja bergaya Art Deco terbesar di dunia. Setelah menikmati interior megah, penulis memberi hadiah diri sendiri dengan mampir ke Chocolate Village Museum. Brussels tanpa cokelat adalah dosa besar! Hari pertama ditutup dengan memotret Atomium saat matahari terbenam. Monumen berbentuk molekul kristal besi raksasa ini dibangun untuk Pameran Dunia (Expo '58) dan kini menjadi simbol futuristik Belgia.

Pagi di hari kedua dihabiskan untuk menapak tilas sejarah militer paling dramatis di Eropa dengan perjalanan setengah hari ke Waterloo. Di sini, Napoleon Bonaparte menelan kekalahan terakhirnya pada tahun 1815. Mendaki anak tangga menuju patung singa raksasa (Lion's Mound) memberikan pandangan langsung ke padang rumput yang dulunya menjadi saksi bisu pertempuran puluhan ribu prajurit.

Kembali ke pusat kota, penulis menuju taman megah Cinquantenaire. Lengkungan raksasa (Cinquantenaire Arch) dibangun pada 1880 untuk merayakan 50 tahun kemerdekaan Belgia. Di kompleks yang sama, penulis mengelilingi koleksi kendaraan klasik di Autoworld dan melihat peninggalan perang di Military Museum. Berjalan di antara pesawat tempur kuno dan mobil-mobil antik era 1920-an benar-benar seperti masuk ke kapsul waktu.

Hari terakhir dimulai dengan mendalami peran Brussels sebagai ibu kota de facto Uni Eropa di Parlamentarium. Museum interaktif ini menjelaskan sejarah panjang integrasi Eropa pasca-Perang Dunia II tanpa terasa membosankan sama sekali.

Dari urusan politik yang serius, penulis beralih ke sisi kota yang lebih santai yaitu Comic Strip Route. Sepanjang jalan kota, penulis berburu mural raksasa karakter komik klasik Belgia seperti Tintin dan The Smurfs yang dilukis indah di dinding-dinding bangunan.

Sebagai penutup petualangan, langkah penulis berakhir di Cantillon Brewery. Didirikan pada tahun 1900, ini adalah tempat pembuatan bir Lambic tradisional terakhir di Brussels. Proses fermentasinya sangat unik karena menggunakan ragi liar yang mengandalkan udara alami Brussels. Mengikuti tur pabrik yang beraroma asam gandum dan melihat tong-tong kayu tuanya adalah pengalaman yang pantang dilewatkan.
Di kota Brussels ini kaya akan sejarah dan budaya, bagian mana yang menurutmu akan paling disukai? kemegahan sejarah Waterloo, atau keunikan santai ala Comic Strip dan Chocolate Museum, boleh dikunjungi pada rencana perjalanan trip kalian selanjutnya 😍!

Kalian Rugi Kalau ke Belanda Cuma Muterin Kanal Pusat Kota, Cobain Sendiri Rute Ini!
Jelajahi sisi autentik Belanda! Rute jalan dari meracik cokelat di Zaandijk, mencicipi kibbeling Volendam, hingga berburu foto di NDSM Wharf.
Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi