Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
Seharian Keliling Tokyo: Sensasi Lari-Larian dari Kuil Klasik Sampai Gemerlap Neon Shinjuku

Barusan kita bicara tentang 1 hari di Seoul, Korea selatan, nah sekarang kita pergi ke tempat yang ramai pengunjung Indonesia juga kira2 apa yaa? betull ini adalah Tokyo, Jepang! Jika kamu punya waktu cuma 24 jam di Tokyo tapi pengen ngerasain semua vibes ikonisnya?
Kemarin aku baru aja nyobain rute super padat tapi seru abis ini. Dari kuil tradisional sampai gemerlap lampu neon, semuanya bisa dihajar dalam satu hari kalau kamu tahu celahnya. Siapin sepatu jalan paling nyaman yang kamu punya, karena petualangan seharian di ibu kota Jepang ini bakal bikin kamu lupa sama rasa capek.

Perjalanan aku mulai jam sembilan pagi di Asakusa. Datang lebih awal itu kunci utama biar bisa dapet foto kece di depan gerbang Kaminarimon tanpa harus bocor sama ribuan kepala turis lain. Dari situ aku jalan nyusurin Nakamise Street yang penuh sama wangi jajanan lokal dan pernak-pernik suvenir lucu.
Ujung jalan ini langsung bawa aku ke Kuil Senso-ji. Aku nyempetin ikut ritual kibas-kibas asap dupa yang dipercaya bawa hoki. Setelah puas keliling sampai jam sebelas, aku langsung lompat ke kereta Tokyo Metro Ginza Line buat meluncur ke destinasi selanjutnya. Perjalanannya santai banget, cuma sekitar 34 menit.

Sekitar jam setengah dua belas siang aku udah berdiri di tengah-tengah Shibuya. Keluar dari stasiun, energi kotanya langsung berasa meledak. Ini waktu yang paling pas buat ikutan nyeberang bareng ribuan orang di Shibuya Crossing yang legendaris itu.
Biar hemat waktu dan dompet, aku makan siang di salah satu food hall yang ada di lantai bawah tanah gedung sekitar. Pilihan makanannya melimpah dan rasanya juara.
Tepat jam satu siang, aku naik ke Shibuya Sky. Berdiri di dek observasi terbuka setinggi 230 meter beneran bikin merinding saking kerennya pemandangan kota dari atas. Tiketnya cepet banget ludes, makanya aku udah pesen online dari jauh hari.

Puas dari ketinggian, aku naik Rinkai Line ngelewatin Osaki selama 24 menit menuju Odaiba. Begitu sampai sekitar jam setengah tiga sore, suasana langsung berubah jadi lebih futuristik dan mulai terasa angin laut yang menyapu muka.
Dan ketemu langsung sama patung Gundam ukuran asli yang menjulang tinggi itu beneran bikin takjub. Daripada ngabisin waktu muter-muter mal kayak DECKS atau DiverCity, aku lebih milih jalan santai di area waterfront.
Liat pemandangan Teluk Tokyo dan Rainbow Bridge di sore hari rasanya damai banget. Oh ya, kalau kamu ke sini tanpa booking tiket TeamLab sebelumnya, mending skip aja karena masuk ke sana butuh waktu dua sampai tiga jam sendiri.

Sekitar jam setengah lima sore aku balik lagi ke pusat kota naik kereta selama 25 menit menuju Shinjuku. Begitu matahari tenggelam, pesona asli tempat ini baru keluar.
Aku langsung nyari makan malam di Omoide Yokocho atau Memory Lane. Makan di kedai izakaya yang nyempil di gang super sempit bawah jalur kereta ini ngasih pengalaman lokal yang autentik banget. Perut kenyang, aku lanjut jalan kaki nyelametin diri di tengah lautan lampu neon Kabukicho.
Malamku ditutup dengan nongkrong santai di bar-bar tematik berukuran mungil di Golden Gai. Beneran penutup hari yang sempurna.
Buat kamu yang mau nyobain rute ini tapi ngerasa waktunya mepet, ada beberapa trik yang bisa dipakai. Kalau terpaksa harus ada yang dicoret dari jadwal, hal pertama yang bisa kamu skip adalah area belanja di Odaiba karena daya tarik utamanya emang cuma pemandangan tepi pantainya.
Coretan kedua adalah Shibuya Sky kalau kamu kehabisan tiket prabayar, karena ngerasain Shibuya Crossing dari bawah aja udah checklist bucket list utama kamu.
Tapi ingat satu aturan wajibku yakni jangan pernah ngelewatin Kuil Senso-ji, Shibuya Crossing, dan makan malam di Omoide Yokocho. Tiga tempat ini adalah inti dari pengalaman liburan di Tokyo yang gak boleh kamu lewatkan sama sekali.

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!
Jangan habiskan layover di bandara! Ikuti petualangan singkatku berburu foto di danau beku Beijing dan hangatnya lampion merah menyambut Chunjie.
Menyambut Tahun Baru di Vietnam: Antara Pesta Lampu Saigon dan Meriahnya Perayaan Tet