Destinasi Kami
Temukan destinasi impian Anda

Loading
Temukan destinasi impian Anda
1 Hari di Addis Ababa: Emangnya ada apa sih di Ethiopia ?

Kembali lagi nih sahabatFAO di edisi 1 day trip kita, hehe kalau kemarin kita bicara tentang philanesberg di Afrika Selatan, sekarang kita pergi ke timur benua Afrika. Menurut sahabatFAO kemana nihh? ke Sudan ? Somalia ? atau Congo ? salah guys! coba deh sesekali tengok Ethiopia. Serius, ibu kotanya yang bernama Addis Ababa ini underrated banget lohh.
Kita akan seharian berkeliling di Ibukota Ethiopia yaitu Addis Ababa, disini kita akan dibuat takjub dengan sejarah dan kulinernya, sampai2 badan rasanya mau rontok karena keliling seharian disini! Yuk ikutin keseruan sekaligus perjuangan fisik aku pas jalan-jalan 24 jam di kota yang jadi pusat politik di Afrika ini.

Kondisi pagi itu baru mendarat, mata masih setengah terbuka, dan nyawa belum ngumpul karena jetlag. Biar gak tumbang, aku langsung meluncur ke Tomoca Coffee. Ini kedai kopi paling legend di Addis Ababa yang umurnya udah puluhan tahun dan selalu ramai.

Begitu melangkah masuk, bau biji kopi yang lagi disangrai langsung nampol ke hidung, otomatis bikin mata melek. Kopinya hitam pekat dan rasanya kuat banget, dan ramah di lambung loh guys!
Di sini, kita bisa ngopi sambil berdiri atau duduk mepet-mepet sama warga lokal yang lagi ngobrol santai sebelum kerja. Rasanya kayak nyelip jadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Habis energi kopi terkumpul, aku lanjut jalan ke National Museum of Ethiopia. Waktu aku jalan ini, matahari mulai terik dan kaki udah mulai memberikan sinyal protes karena jalannya lumayan menanjak.

Tapi semua rasa capek itu langsung hilang pas aku turun ke lantai bawah di Museum Nasional buat ketemu bintang utamanya yaitu fosil Lucy. Ini bukan fosil sembarangan, guys. Usianya diperkirakan lebih dari 3 juta tahun dan dianggap sebagai salah satu bukti paling penting soal asal-usul manusia di bumi.
Berdiri di depan kaca yang menyimpan fosil ini, rasanya campur aduk antara takjub sama merinding, sekaligus membuat aku juga berfkir kok bisa ya ada tulang setua itu ya? Selain Lucy, museum ini juga penuh sama peninggalan kerajaan kuno Ethiopia yang megah banget.

Pas jam makan siang, aku berfikir apa makanan khas di Ethiopia, dan setelah searching aku ketemu makanan yang menarik banget untuk dicoba yaitu Injera. Injera adalah makanan pokok orang Ethiopia yang di makan sehari2.
Bentuknya unik kayak roti pipih lebar penuh pori-pori yang dibuat dari tepung teff dengan rasa agak asam. Cara makannya seru banget karena wajib pakai tangan kosong. Injera disobek terus dipakai buat nyendok lauk-lauk di atasnya.
Favorit aku ada dua yaitu Tibs (daging panggang gurih) dan Doro Wat (ayam berkuah rempah pedas yang nagih). Kombinasi rasa asam, gurih, dan pedasnya beneran enak dan bikin kenyang banget !

Kondisi badan udah mulai masuk mode hemat daya akibat kekenyangan dan kebanyakan jalan. Akhirnya aku mutusin buat jalan santai ke Katedral Holy Trinity.
Gereja ini sakral banget karena jadi tempat peristirahatan terakhir Kaisar Haile Selassie dan permaisurinya. Arsitekturnya super megah, perpaduan gaya Eropa klasik sama sentuhan khas Afrika. Suasananya adem dan tenang banget, cocok buat duduk selonjoran sambil ngelurusin kaki yang pegel plus ngelihatin keindahan kaca patri raksasa di dalamnya.

Nah, ini dia penutup perjalanan hari ini yaitu di Yod Abyssinia. Tempat ini bukan cuma resto buat makan malam biasa, tapi sudah menjadi pertunjukan budaya setempat.
Sambil makan, kita dihibur sama penari dan musisi tradisional dari berbagai suku di Ethiopia. Gerakan tariannya mereka penuh energi.

Di sini aku juga nyobain Tej, sejenis minuman anggur madu khas sini yang disajikan di wadah kaca unik mirip labu kimia. Rasanya manis, hangat di leher, dan karena minuman ini juga aku langsung tidur nyenyak ketika sampai di hotel.
Addis Ababa itu bukan sekadar kota transit biasa yang membosankan. Sehari di sini jalan2 kita dapat pengalaman sejarah, budaya, sampai kulinernya beneran worth it. Kalau kamu memiliki waktu transit yang lama, kota ini wajib masuk bucket list kamu untuk di explore!

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Paris Anti-Mainstream: Eksplorasi 4 tempat yang Unik di tengah kota Paris
Bosan rute Eiffel dan Louvre? Intip 4 sudut tersembunyi Paris ala warga lokal, mulai dari jalanan berbatu Butte-aux-Cailles hingga Canal Saint-Martin.
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!