Our Destinations
Discover your dream destination

Loading
Nyobain Plov Legendaris di Besh Qozon Tashkent: Sekali Suap Langsung Jatuh Cinta!

Bayangin kamu lagi jalan santai menikmati udara Tashkent. Tiba-tiba hidung kamu disambut sama aroma kaldu daging sapi dan rempah yang super wangi dari kejauhan. Wah, godaannya beneran nggak main-main! Itulah persisnya yang aku rasain waktu sedang berjalan mendekat ke arah Central Asian Plov Center. Warga lokal di sini lebih suka memanggilnya Besh Qozon. Jujur saja, belum juga duduk pesan makanan, perut rasanya udah laper bangeet nihh.

Begitu masuk ke area dapur terbukanya, mata aku langsung tertuju ke deretan kazan. Kazan ini adalah kuali besi tradisional yang ukurannya segede bak! Koki di sana kelihatan semangat banget ngaduk ratusan kilogram beras, daging sapi, daging domba, wortel kuning, sampai kismis di dalam satu kuali raksasa itu. Rasanya kayak lagi nonton konser masak secara langsung yang pastinya jauh lebih seru daripada cuma lihat video di media sosial.

Nggak pakai lama, seporsi plov khas Tashkent yang masih mengepul hangat mendarat cantik di meja. Tampilannya saja sudah bikin ngiler. Nasinya berwarna kuning keemasan, ditumpuk dengan irisan daging yang super melimpah, telur puyuh, bawang putih, plus irisan kazi alias sosis daging kuda khas Uzbekistan. Pas suapan pertama masuk ke mulut, rasanya luar biasa pecah! Nasinya sangat pulen, gurih kaldunya berasa banget, dan rasa manis alami dari wortel kuningnya rasa jadi seimbang di lidah.

Satu versi yang paling terkenal menyebutkan kalau pasukan Alexander Agung adalah penemu racikan plov ini. Waktu mereka menaklukkan wilayah Samarkand sekitar tahun 328 Sebelum Masehi, para tentara butuh makanan yang praktis tapi bisa bikin kenyang tahan lama sehabis kelelahan berperang.
Ada juga cerita versi lain yang nggak kalah seru. Konon seorang filsuf dan dokter Ibnu Sina yang pertama kali menuliskan resep plov ini pada abad ke-10. Lucunya lagi, beliau meresepkan plov ini sebagai obat khusus buat pasien yang lagi patah hati dan galau cinta biar cepat semangat lagi.
Budaya makan plov ini makin berkembang pesat dan menjadi hidangan mewah bertabur kismis dan rempah eksotis di era kekaisaran Amir Timur. Jalur Sutra kemudian menjadi saksi bisu bagaimana resep ajaib ini menyebar ke berbagai wilayah sampai akhirnya menjelma jadi kebanggaan dan identitas nasional negara Uzbekistan saat ini.

Momen makan ini makin hangat karena aku beruntung bisa duduk satu meja dengan bapak-bapak asli Tashkent yang sangat ramah. Dari obrolan kami, aku jadi tahu kalau bagi orang Uzbek, plov itu bukan sekadar makanan penghilang lapar. Plov adalah lambang identitas mereka. Sampai ada pepatah lokal yang bilang kalau tamu pantang pulang sebelum disuguhi sepiring plov.
Bapak ini juga banyak cerita tentang oshpaz. Oshpaz adalah sebutan kehormatan untuk master peracik plov yang biasanya memang ditekuni oleh laki-laki. Wajar saja, mengaduk makanan untuk ribuan porsi di kuali raksasa jelas butuh tenaga ekstra. Mereka juga punya tradisi kumpul makan plov setiap hari Kamis. Selain itu ada juga tradisi super unik bernama Nahor Oshi yaitu makan plov bersama di pagi buta saat ada acara pernikahan. Ratusan tamu rela datang sejak subuh cuma buat kumpul, berdoa bersama, dan menyantap plov hangat.
Berkunjung ke Central Asian Plov Center ini benar-benar ngasih pengalaman yang lebih dari sekadar wisata kuliner. Tempat ini menampilkan budaya lokal yang hidup. Kamu bisa melihat, mencium, dan merasakan langsung kehangatan luar biasa dari masyarakat Uzbekistan. Kalau suatu hari nanti kamu punya kesempatan main ke Tashkent, pastikan kamu datang ke sini dengan perut kosong ya. Percaya deh, kamu bakal langsung jatuh cinta sejak suapan pertama!

Trip 9 Negara Eropa : Menyusuri Eropa Barat hingga ke Timur
Menjelajah 9 negara Eropa dalam 12 hari? Intip itinerary perjalananku dari Paris hingga Milan. Panduan lengkap liburan maraton lintas benua!
Lupakan Maroko! Aljazair Adalah Permata Tersembunyi Afrika yang Wajib Kamu Datangi
Panduan traveling ke Aljazair. Temukan pesona Afrika Utara dari kemegahan kota kuno Romawi hingga serunya perayaan Festival Sebiba di jantung gurun.
Punya Long Transit di Beijing? Jangan Cuma Tidur di Bandara, Coba buat Ini!
Jangan habiskan layover di bandara! Ikuti petualangan singkatku berburu foto di danau beku Beijing dan hangatnya lampion merah menyambut Chunjie.
Menyambut Tahun Baru di Vietnam: Antara Pesta Lampu Saigon dan Meriahnya Perayaan Tet